Sunday, April 03, 2016

Desa sebagai Akar Budaya

Desa merupakan akar budaya dan benteng budaya asli masyarakat kita.

Pengertian budaya yang luas mencakup perilaku, pranata sosial, kegiatan berkesenian, kegiatan budidaya dan ekonomi, kegiatan sosial, politik yang utuh, ada di desa. Tentu saja pada desa yang masih "utuh", yang belum terkoyak intervensi dan ivasi dari luar.

Monday, March 14, 2016

Aspek Budaya Desa

Desa sebagai permukiman terdahulu, terkecil memiliki sejarah budaya yang panjang.
Budaya dalam pranata perilaku yang baik.
Maupun budaya dalam karya seni dan teknologi tepat guna.

Friday, December 25, 2015

Penciptaan Lapangan Kerja

Lapangan kerja yang bisa diharapkan oleh MBR, ya:
1) wirausaha informal/mikro secara mandiri;
2) atau lapangan kerja dari pelaku ekonomi, "cipratan" dari  usaha menengah n besar.

Pada suatu kota/desa kadang keduanya temporer sifatnya. Tapi itulah yang ada. Bgmn pun kegiatan ekonomi harus ditingkatkan, investasi langsung perlu diundang. Cuma mampir atau (diusahakan) menetap. Karena kalau tidak, generasi muda pindah ke kota lain. Kota akan mati.

Sehingga strategi perlu strategi "ekonomi lokal"  untuk mrmperbaikinya a.l. dgn:
1) mendukung wirausaha mikro kecil untuk lbh berkualitas, dibela agar hambatan berkurang; networking antar usaha sejenis, hulu-hilir; pola kerjasama dgn usaha kecil-M-B,
2) posisi tawar pekerja diperbaiki baik untuk kepentingan "yg sdh kerja" maupun "pencari kerja". (Risfan Munir)

Wednesday, February 25, 2015

Ide Pembangunan Desa (8)

OTOP (One Tambon One Product)

OTOP adopsi dari OVOP di Thailand
OTOP diterapkan secara nasional
Tiap desa yang berminat, ikut di daerahnya
Mereka yang terpilih disertakan,
dipromosikan ke tingkat nasional
Dibangun outlet (toko produk, saprodi) di tiap daerah, wilayah, nasional

Produk dirating menurut kriteria:
kualitas produk dan segmen pasarnya
Standar produk: bintang 5, 4, 3, 2, dan 1
Segmen pasar: A (star), B (identity),
C (development), D (adjustment)
Kategori jenis produk: makanan, minuman,
aparel/garmen, souvenir, dan jamu.

RM, 260215

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tuesday, February 24, 2015

Pembangunan Desa (7)

OVOP (One Village One Product)

Satu desa satu produk
Bukan berarti produk lain tidak (boleh) dikembangkan
Tapi, dorongan agar tiap desa punya satu produk unggulan

Pendekatan OVOP bukan berorientasi produk semata
Tapi, justru untuk mendorong masyarakat desa,
agar secara partisipatif mengembangkan kreasinya
punya visi, punya produk yang bisa dibanggakan, dan laku

Kuncinya, a.l.:
Masyarakat desa sadari potensinya, partisipasi
Dan, kerja sama dengan lembaga riset
Ujungnya: peningkatan kemampuan SDM,
lapangan kerja di desa

RM, 250215
Powered by Telkomsel BlackBerry®